Menanti Konsistensi Dukungan terhadap Perbankan Syariah

Oleh: Ali Wardhana

Pada 28 April lalu, Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FE Unlam menyelenggarakan seminar yang membahas peran, prospek dan tantangan perbankan syariah di Kalsel. Dengan pembicara dari Bank Indonesia, BPD Syariah dan BMT.

Memang sudah banyak seminar, lokakarya dan diskusi yang membahas masalah perbankan syariah. Tetapi tema tersebut masih sangat menarik untuk dibahas, karena ekonomi syariah merupakan solusi alternatif dan unik di tengah gemerlap sistem kapitalisme global. (lagi…)

Diterbitkan di:  on 25 September 2007 at 6:22 am Tanggapan (2)

Merindukan KPR Syariah Di Kalsel

Oleh: Ali Wardhana 

Kelahiran bank syariah di Indonesia didorong oleh keinginan masyarakat Indonesia yang berpandangan, bunga (interest) merupakan hal yang dilarang dalam agama. Bukan saja agama Islam, tetapi juga oleh agama samawi lainnya. Di samping adanya alasan lain dari aspek ekonomis, penyerahan risiko usaha terhadap salah satu pihak dinilai melanggar norma keadilan.Dilihat dari aspek hukum, yang mendasari perkembangan bank syariah di Indonesia adalah UU No 7 Tahun 1992. Dalam UU ini, prinsip syariah masih samar, yang dinyatakan sebagai prinsip bagi hasil. Prinsip perbankan syariah secara tegas dinyatakan dalam UU No 10 Tahun 1998 kemudian diperkuat dengan UU No 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia dan UU No 3 Tahun 2004. Perkembangan lembaga keuangan syariah dimulai pada 1992 yang diawali dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI), sebagai bank yang menggunakan prinsip syariah pertama di Indonesia. (lagi…)

Diterbitkan di:  on at 6:12 am Tanggapan (3)

Pelajaran dari Penaikan Harga Susu

Oleh: Ali Wardhana

Kenaikan harga bahan pokok sekarang seperti menjadi ritual arisan. Diawali BBM, listrik, minyak goreng dan kini susu. Walaupun penaikan harga susu formula hanya berkisar 5-10 persen, tetapi cukup memusingkan masyarakat karena terakumulasi dengan kenaikan harga sebelumnya. Sementara daya beli yang dimiliki masyarakat seakan sulit beringsut ke arah yang lebih baik (lagi…)

Diterbitkan di:  on 24 September 2007 at 6:38 am Tanggapan (1)

Mengukur Ketidakarifan Impor Beras

Oleh: Ali Wardhana

Harga panen yang baik, membuat petani mampu bertahan dari tingginya biaya hidup akhir-akhir ini, di tengah kelangkaan pupuk dan sulitnya akses kredit usaha tani serta minimnya perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian.

Bertopi caping rotan khas Dayak, terlihat ekspresi Presiden Yudhoyono sangat gembira saat mengangkat serumpun padi yang menguning. Di sampingnya Menteri Pertanian Anton Apriantono juga tersenyum sumringah memegang bulir padi yang telah dipotong. Kehadiran dua orang penting ini dalam rangka pencanangan program rehabilitasi dan revitalisasi kawasan eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di UPT Dadahup, Kapuas. Masyarakat Kalteng khususnya dan Kalimantan umumnya, patut bangga atas kehadiran Presiden di areal yang sempat sebelumnya dianggap gagal. (lagi…)

Diterbitkan di:  on at 6:17 am Tinggalkan sebuah Komentar

Kapan Kalsel Setara Dengan Korsel

Oleh: Ali Wardhana

Jika Anda tertawa atau mengernyitkan dahi saat menbaca judul di atas, saya pasti memakluminya. Karena begitu jauhnya kasta antara banua tercinta ini dengan Negeri Ginseng tersebut. Apalagi yang mau dijadikan setara dengan Korsel adalah provinsi yang di Indonesia saja hanya menduduki peringkat 14 dalam daya saing daerah. Korsel merupakan negara yang telah mengalami proses kematangan (maturity). Pertanyaan kapan kalsel setara Korsel, bak pepatah mencari jarum di tumpukan jerami. (lagi…)

Diterbitkan di:  on at 6:03 am Tanggapan (1)